Post Details Image

Iklan laporan keuangan merupakan bentuk laporan keuangan sebuah perusahaan yang diiklankan di media massa. Perusahaan yang memiliki kewajiban ini biasanya adalah BUMN melalui media massa bisnis. Koran-koran bisnis seperti Kontan, Investor Daily, Bisnis Indonesia dan sebagainya biasanya memuat banyak iklan seperti ini.

Aturan tentang kewajiban sebuah perusahaan BUMN melaporkan keuangannya ke publik diatur dalam Undang-Undang No 19 Tahun 2003 tentang BUMN. Tujuan sebuah perusahaan melaporkan kondisi keuangannya salah satunya sebagai poin penilaian publik tentang gambaran kondisi keuangan perusahaan yang menyangkut hajat orang banyak.

Laporan keuangan sendiri didefinisikan sebagai informasi kondisi keuangan sebuah perusahaan dalam satu periode akuntansi yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran penilaian tentang kondisi keuangan perusahaan terkait.

Advertising financial statements is a form of financial statements of a company that is advertised in the mass media. Companies that have this obligation are usually SOEs through the mass media business. Business newspapers such as Cash, Investor Daily, Bisnis Indonesia and so on usually carry a lot of advertisements like this.

The rules regarding the obligations of a SOE company to report their finances to the public are regulated in Act No. 19 of 2003 concerning SOEs. The purpose of a company to report its financial condition is one of them as a public assessment point about the description of the company's financial condition that concerns the interests of many people.

The financial statements themselves are defined as information on the financial condition of a company in an accounting period needed to provide an overview of the financial condition of the company concerned.

Poin Penting Pembuatan Iklan Laporan Keuangan

Sebuah laporan keuangan perusahaan yang akan diiklankan melalui media massa harus disusun dengan format terbaik sehingga memberikan gambaran yang jelas bagi publik yang membutuhkan informasi tersebut. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan di antaranya:

1. Dapat Dipahami

Agar dapat dipahami, pembuatan sebuah laporan keuangan sebelum diiklankan harus mengikuti aturan standar akuntansi yang benar. Laporan harus lengkap mencakup harta, modal, utang, kewajiban, pendapatan hingga beban perusahaan. Dengan pola pencatatan yang benar, publik akan lebih dapat memahami iklan laporan keuangan perusahaan terkait.

2. Keandalan

Dalam aturan yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 2002, disebutkan salah satu syarat sebuah laporan keuangan yang baik adalah memiliki nilai keandalan.

Sebuah laporan perusahaan yang dimuat di media massa harus bisa dipercaya dalam hal informasinya. Keandalan ini akan dipengaruhi banyak faktor seperti kejujuran dalam penyajian, netralitas dan kelengkapan informasi

Dalam pelaporan keuangan BUMN misalnya yang dimuat di media massa, pemerintah menyebutkan larangan pemolesan terhadap laporan keuangan perusahaan terkait. Ketidakjujuran terkadang membuat laporan terlihat selalu baik, selalu untung dan mengalami pertumbuhan, padahal sebenarnya jauh dari hal tersebut.

Namun, publik tak selamanya bisa dibodohi. Melalui analisa yang dilakukan para pakar pada iklan koran keuangan perusahaan seringkali dapat membuktikan adanya manipulasi yang dilakukan. Tujuan politis seringkali menyuburkan alasan ini, mengapa perusahaan memanipulasi laporan keuangannya.

3. Tepat Waktu

Keterlambatan laporan keuangan sebuah perusahaan, apalagi perusahaan BUMN akan menumbuhkan kecurigaan publik yang cenderung bersifat negatif. Akan muncul asumsi-asumsi mengapa perusahaan X lambat melaporkan, bisa jadi merugi, bisa jadi juga sedang memoles laporan atau bahkan hal-hal negatif lainnya.

Meskipun sudah ada peraturan pemerintah yang menyebutkan batas waktu penyetoran laporan keuangan setiap tahunnya, dalam kondisi merugi banyak perusahaan yang tetap lambat menyetor laporan, apalagi mengiklankannya di media massa.

4. Valid dan tidak Hoax

Sebuah laporan keuangan di koran harus memiliki nilai validitas yang bisa dipercaya.

Oleh karena itulah, sebelum diiklankan di koran atau media lainnya, laporan tersebut harus diaudit lebih dulu oleh pihak Kantor Akuntan Publik. Sehingga nantinya laporan yang sudah tersiar di media massa sudah terjamin validitasnya, tidak hoax dan bisa dipercaya.

Bila dalam hal audit ditemukan hal-hal tak wajar atau kesalahan, maka pengiklanan bisa jadi akan ditunda, termasuk penyetoran laporan kepada pihak yang membutuhkan.

5. Media Terpercaya

Dalam hal pengiklanan juga mempertimbangkan aspek tingkat kepercayaan media yang dipilih. Sebuah iklan keuangan perusahaan tidak sembarangan dimuat di media massa online. Biasanya iklan laporan ini akan dimuat di koran-koran bisnis khusus yang memiliki tingkat kepercayaan terbaik dan memiliki pembaca spesifik yang membutuhkan informasi tersebut.

Kalaupun harus menggunakan iklan online (pengaruh perkembangan teknologi), sajian laporannya biasanya dalam bentuk e-paper yang bisa dipertanggungjawabkan validitasnya. Biasanya media online akan mencantumkan sumber dari mana mereka mendapatkan salinan e-paper laporan keuangan tersebut dan pada umumnya adalah media cetak terkait.

Hal ini penting untuk menghindari informasi berita hoax kondisi keuangan sebuah perusahaan. Termasuk skala media yang dipilih sebaiknya media-media dengan skala pembaca nasional agar efektivitas informasinya bisa lebih luas dibaca orang.

Nantinya, mungkin akan banyak media yang mengulas laporan keuangan tersebut. Maka harus dipastikan sumber datanya yang tertuang dalam teks di media massa harus valid, utuh dan bisa dipertanggung jawabkan.

6. Dapat Dibandingkan

Sebuah laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa harus bisa dibandingkan antara periode agar bisa diketahui bagaimana trend posisi serta kinerja keuangan sebuah perusahaan.

Laporan keuangan tersebut juga harus bisa dipakai untuk melakukan evaluasi tentang kondisi keuangan perusahaan. Maka salah satu caranya adalah, penyajian transaksi harus dilakukan secara konsisten.

Bagi masyarakat biasanya, keberadaan laporan keuangan di media massa mungkin hanya dijadikan sebagai gambaran umum kondisi keuangan perusahaan, hanya sebatas informasi semata.

Namun, bagi pihak pemakai yang berkepentingan, laporan ini sangat penting untuk dipahami, dianalisa dan dibandingkan guna mengukur kinerja keuangan sebuah perusahaan.

7. Relevan

Laporan keuangan sebuah perusahaan sebelum diterbitkan di media massa harus dibuat sesuai dengan tujuan perusahaan. Laporan ini juga menyajikan informasi kegiatan sesuai dengan fakta kegiatan yang dilakukan perusahaan. Kegiatan yang dilakukan harus dilaporkan, kegiatan yang tidak dilakukan jangan dimanipulasi.

Ketidakrelevanan ini bila terbukti akan memunculkan kecurigaan dari publik tentang adanya hal yang tidak beres dalam penyusunan laporan keuangan.

Selain itu, laporan juga harus menyajikan informasi yang akurat tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam upaya mencari laba sebagai tujuan akhir dari kinerja sebuah perusahaan.  

Related News